5 Film Box Office yang Ternyata Dapat Banyak Kritik

Kalau sebuah film tembus box office, biasanya kita langsung berpikir, “Oh, ini pasti film bagus.”

Tunggu sebentar, kenyataannya nggak selalu begitu, kok.

Banyak film yang sukses secara statistik. Entah tiketnya ludes, antrean panjang, maupun pendapatannya fantastis. Namun, justru dihujani kritik dari kritikus maupun penonton.

Fenomena ini menarik, karena membuktikan bahwa popularitas dan kualitas itu dua hal yang nggak selalu sejalan.

Ada film yang laris karena hype, franchise besar, atau strategi marketing yang gila-gilaan. Tetapi saat ditonton, rasanya kok ada yang kurang.

Nah, berikut ini 5 film box office yang ternyata dapat banyak kritik, meskipun secara pendapatan mereka bisa dibilang “menang besar”.

1. Transformers: Age of Extinction (2014)

Kalau bicara soal film laris tapi penuh kritik, seri Transformers hampir selalu masuk daftar. Sayangnya, Age of Extinction bisa dibilang salah satu yang paling sering disorot.

Pendapatannya? Gila!

Film ini meraup lebih dari $1 miliar di box office global. Hanya saja, kualitas ceritanya bikin banyak yang mengernyitkan dahi.

Kritik utamanya datang dari alur cerita yang terlalu panjang dan melelahkan. Belum lagi soal karakter manusia yang terasa datar dan adanya adegan ledakan berlebihan tanpa kedalaman cerita.

Banyak penonton merasa film ini lebih mirip “pamer efek visual” daripada sebuah cerita yang solid.

Seru? Iya. Berkesan? Belum tentu. Sepakat?

2. Jurassic World: Dominion (2022)

Nama besar Jurassic Park jelas jadi daya tarik utama. Nostalgia, dinosaurus, dan kembalinya karakter lama membuat penonton berbondong-bondong ke bioskop.

Hasilnya? Box office tetap kuat.

Masalahnya, kritik datang bertubi-tubi.

Banyak yang menilai film ini terlalu banyak memasukkan karakter, tapi minim pengembangan. Fokus ceritanya pun terasa berantakan serta ketegangan khas dinosaurus justru berkurang.

Alih-alih terasa epik sebagai penutup trilogi, Dominion dianggap kehilangan arah. Banyak penonton keluar bioskop dengan perasaan, “Kok kayak nanggung, ya?”

3. Star Wars: The Rise of Skywalker (2019)

Sebagai penutup saga Star Wars selama puluhan tahun, ekspektasi film ini jelas setinggi langit. Dan dari sisi pendapatan, film ini tetap mencetak angka besar.

Namun, kritik datang dari berbagai arah. Bahkan dari fans setia sendiri.

Beberapa keluhan yang paling sering muncul biasanya menyorot cerita yang terasa dipaksakan dan banyak keputusan karakter yang dianggap tidak konsisten.

Kesannya seolah terlalu fokus “menyenangkan semua orang”, tapi akhirnya justru kehilangan identitas.

Banyak fans merasa film ini lebih seperti upaya memperbaiki film sebelumnya daripada penutup yang matang.

Dan untuk franchise sebesar Star Wars, itu jadi kekecewaan besar.

4. Suicide Squad (2016)

Dari trailer, film ini terlihat keren, edgy, dan penuh gaya. Musiknya catchy, karakternya ikonik, dan hype-nya pun luar biasa. Box office jelas langsung meroket.

Tapi begitu ditonton… ceritanya terasa berantakan.

Kritik yang sering muncul, antara lain soal editing yang terasa lompat-lompat, alur cerita tidak rapi, hingga potensi karakter yang kurang dimaksimalkan.

Banyak yang merasa film ini menjual gaya, tapi lupa isi. Padahal, dengan konsep anti-hero yang kuat, seharusnya Suicide Squad bisa jadi jauh lebih berkesan.

Percaya deh, ini salah satu contoh “potensi besar, eksekusi kurang”.

5. Fast & Furious 9 (F9) – 2021

Seri Fast & Furious memang sudah lama “lepas logika”. Tapi di film ke-9 ini, banyak penonton merasa kebablasan.

Mobil terbang ke luar angkasa? Magnet super? Hukum fisika rasanya cuma jadi hiasan.

Meski pendapatannya tetap tinggi, kritik berdatangan karena ceritanya makin tidak masuk akal dan konflik seakan dipaksakan. Yang jelas, emosi yang dulu kuat, kini makin tipis.

Sebagian penonton masih menikmati hiburannya, tapi banyak juga yang mulai merasa franchise ini seharusnya sudah berhenti dari dulu. Iya, nggak?

Box Office Bukan Segalanya

Dari 5 film di atas, satu hal jadi jelas, bahwa laris tidak selalu berarti berkualitas.

Faktor nostalgia, franchise besar, dan marketing kuat bisa membawa orang ke bioskop. Tapi soal kepuasan? Itu cerita lain.

Kalau kamu suka membaca ulasan film, tren hiburan, dan pop culture dengan gaya santai tapi tetap tajam, BlogPalette.com adalah tempat yang tepat buat kamu.

Yuk, eksplor artikel seru lainnya seputar film, musik, dan trending topic hanya di BlogPalette.com. Siapa tahu, film favorit (atau paling kamu benci) sudah dibahas di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish